Dinamika Makna Tanah di Pedesaan, Studi Kasus Kampung Pasir Kalong, Desa Sukakarya Kecamatan Megamendung,Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Penelitian ini membahas dinamika makna tanah di pedesaan dengan Studi kasus Kampung Pasir Kalong, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
Dewi Rahmarini. ix + 6 Bab + 133 Halaman + 15 Tabel + 3 Lampiran + 27 Bibliografi + 1 Skripsi + 1 Tesis + 5 artikel koran

Penulis memilih topik penelitian tersebut ialah sebagai suatu upaya untuk melihat lebih dalam lagi dinamika apa yang terjadi pada masyarakat pedesaan dalam memahami tanah yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di pedesaan setempat. Penelitian ini juga melihat makna tanah menurut sisi pendatang dari kota. Pertanyaan penelitian yang kemudian muncul adalah, apa makna tanah di pedesaan, seperti apa dinamika yang sedang terjadi dan hal-hal apa yang melatar belakangi penduduk desa untuk menjual atau tetap mempertahankan tanahnya .

Dalam melihat dinamika makna tanah, penulis menjadikan pembangunan jalan desa yang dilaksanakan pada tahun 1997 sebagai acuan. Argumentasinya adalah dengan adanya pembangunan jalan desa tersebut, kemudian menjadi indikator dinamika makna tanah di pedesaan, contohnya kedatangan orang-orang dari kota ke kampung.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data kualitatif. Pengumpulan data tersebut selain dengan wawancara mendalam dan hasil pengamatan lapangan juga didukung oleh data-data kuantitatif.

Penelitian ini kemudian menemukan beberapa hal sebagai berikut :

1. Secara internal desakan terhadap pemenuhan kebutuhan ekonomi terutama kebutuhan terhadap barang-barang konsumsi telah mengubah cara pandang masyarakat desa setempat dalam memaknai tanah. Tanah yang dulunya dimaknai sebagai harta warisan kepada anak bergeser menjadi benda yang bernilai ekonomis tinggi.

2. Semakin kurangnya minat penduduk desa untuk bekerja menjadi petani. Hal ini terjadi karena kuatnya pengaruh kota-kota disekitarnya seperti kota Ciawi dan Bogor, yang memiliki daya tarik sendiri di kalangan anak muda desa untuk mencari pekerjaan selain pertanian

3. Faktor eksternal yang berpangaruh terhadap proses pergeseran adalah terbangunnya akses jalan baru yang melalui wilayah desa. Jalan tersebut semakin mempermudah interaksi desakota yang terjadi di Pasir Kalong.

Faktor-faktor tersebut didukung oleh aspek kultural dan sosial ekonomi masyarakat setempat telah meningkatkan kecenderungan penjualan tanah di pedesaan. Hal itu mengakibatkan proses transaksi jual beli tanah di Kampung Pasir Kalong mulai ramai berlangsung. Kebutuhan penjualan tanah untuk memenuhi pencapaian status seperti naik haji dan kegiatan resepsi perkawinan yang kemudian berpengaruh terhadap semakin kecilnya luas lahan pertanian yang dimiliki karena sudah habis terjual. Nilai ekonomi tanah yang tinggi, serta keuntungan yang besar dalam proses transaksi jual belinya, mengakibatkan tanah berubah menjadi komoditas investasi yang menguntungkan.

[wpdm_package id=’7545′]