Ekonomi Alternatif Di Pedesaan. Studi Kasus Institusi Rentenir, Tengkulak, dan Warung di Pasir Kalong, Surakarya, Megamendung, Bogor

Pengaruh sistem ekonomi kapitalis mengakibatkan perubahan pola-pola perekonomian penduduk Botabek, terutama daerah pedesaan yang memiliki karakteritik rural economy. Integrasi desa dengan kota dewasa ini tidak dapat dihindarkan. Yauanita Aprilandini Siregar.
36 hal + xi hal + 4 gambar + 19 tabel + 12 lampiran 25 buku + 7 artikel + 5 skripsi + 1 desertasi

Pengaruh sistem ekonomi kapitalis mengakibatkan perubahan pola-pola perekonomian penduduk Botabek, terutama daerah pedesaan yang memiliki karakteritik rural economy. Integrasi desa dengan kota dewasa ini tidak dapat dihindarkan, sehingga moral economy harus berhadapan dengan market economy. Tidak semua daerah, terutama wilayah pedesaan dapat beradaptasi dan dapat masuk ke dalam sistem ekonomi kapitalis. Akibatnya, beberapa desa menggunakan cara masing-masing untuk bertahan hidup, misalnya menggunakan sistem ekonomi alternatif yang bersifat lokal. Ekonomi alternatif memunculkan pola-pola kehidupan perekonomian yang sangat familiar di pedesaan.

Penelitian ini mencoba untuk melihat bagaimana pola-pola dan praktek ekonomi alternatif di perdesaan, serta melihat bagaimana peranan ekonomi alternatif bagi masyarakat perdesaan dalam rangka bertahan hidup ditengah derasnya intrusi kapilaisme. Ekonomi alternatif ini akan menggambarkan pola hubungan petani dengan rentenir, pola hubungan petani dengan para tengkulak, serta pola hubungan petani dengan pemilik warung.

Kehadiran rentenir dipedesaan meskipun pada prakteknya bersifat eksploitatif, tetapi justeru membantu ekonomi di pedesaan Kehadiran rentenir dimata petani ternyata sangat membantu mereka untuk mendapatkan uang tunai dalam jumlah besar dan dalam waktu yang cepat. Pola hubungan petani dengan tengkulak bersifat patron-client, dimana petani menjadi terikat oleh tengkulak yang telah memberinya pinjaman modal. Petani dikondisikan untuk membalas “budi baik” tengkulak dengan bersikap loyal, namun sesungguhnya para tengkulak ini telah menciptakan ketergantungan ekonomi bagi para petani. Sedangkan pemilik warung dihadapkan kepada suatu dilema antara rational economy atau pertimbangan-pertimbangan moral ketika berinteraksi dengan para konsumennya.
Jenis pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Data dari para informan dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiap-tiap informan. Jumlah keseluruhan informan dalam skripsi ini adalah 19 orang. Sedangkan untuk mendapatkan data skunder yang menunjukkan SSE penduduk Kampung Pasir Kalong digunakan bantuan kuesioner dengan metode quota sampling.

Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa ekonomi alternatif di Kampung Pasir Kalong membuat para petani dan penduduk dapat bertahan dari terpaan arus kapitalisme. Tanpa rentenir seperti Mang Sn, petani tidak akan mendapatkan uang tunai dengan cepat dan mudah. Tanpa bantuan tengkulak, para petani tidak dapat mendapatkan modal yang dibutuhkan untuk bercocok tanam. Para tengkulak ini juga berfungsi sebagai agen distributor dan pemasaran di pedesaan. Mereka membeli seluruh hasil panen para petani dan menjualnya ke pasar-pasar terdekat, ataupun ke kota-kota terdekat. Sedangkan tanpa adanya warung Mang Tg, penduduk kampung tidak akan bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan cara berhutang.

Ekonomi alternatif memiliki peranan yang sangat penting di desa-desa yang berada di pinggiran kota. Hal ini mengingat bahwa tidak selamanya sistem ekonomi kapitalis dan ekonomi pasar berhasil dikembangkan di daerah-daerah pedesaan. Memaksimalkan sisi positif ekonomi alternatif di satu sisi, serta mengurangi sisi negatif di sisi lain akan menghasilkan satu sistem ekonomi yang kuat sesuai dengan konteks sosial-budaya setempat.