Enterpreneurial Behavior

Banyak putra-putri pengusaha besar yang diwarisi perusahaan orang tua mereka, pada akhirnya tidak bisa mempertahankan perusahaannya. Demikian pula para pekerja perusahaan yang kehilangan pekerjaannya, kadang kala mengalami kendala untuk mengubah jenis pekerjaan mereka dari pegawai disupervisi oleh atasannya menjadi wirausahawan mandiri yang justru menyediakan lapangan kerja bagi orang lain. Dukungan dana saja tidak cukup untuk mengembangkan usaha. Diperlukan berbagai faktor pendukung lain, seperti motivasi yang diberikan oleh keluarga, jejaring yang disediakan masyarakat, serta kebijakan negara yang mendukung wirausaha dan semuanya mesti bekerja secara terintegrasi. Di samping dukungan-dukungan teresebut, yang terpenting dalam pengembangan usaha adalah seberapa besar perilaku wirausaha yang dimiliki seseorang.
Peran organisasi penyuluhan, dengan segenap aspek pendidikan andragogi yang ia miliki, sangat kuat pengaruhnya dalam menumbuhkembangkan perilaku wirausaha yang berkualitas. Buku ini memberikan sumbang saran bagi organisasi-organisasi penyuluhan kewirausahaan, dalam bentuk model-model penyuluhan yang partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan klien. Buku ini juga dapat menjadi penyemangat bagi mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja atau pensiun dini, agar “tidak takut di-PHK” dan tetap bisa produktif dengan mengikuti “pelatihan kewirausahaan”.