Sosiologi Ekonomi di Indonesia

Buku ini membawa dua misi, memperkenalkan sosiologi ekonomi dan penggunaan pendekatan ilmu ini dalam mempelajari fenomena ekonomi di Indonesia. Sosiologi ekonomi lahir kembali di pertengahan dasawarsa delapan puluhan ditandai dengan munculnya artikel berjudul Economic Action and Social Structure: The Problem of Embeddedness, ditulis oleh Mark Granovetter, diterbitkan di jurnal berpengaruh American Journal of Sociology tahun 1985 Volume 91. Dalam artikel tersebut Granovetter mempersoalkan asusmsi dasar ilmu ekonomi neoklasik yang menolak pengaruh proses sosial dalam kegiatan ekonomi. Ilmu ekonomi neoklasik memandang bahwa kehidupan ekonomi bebas dari proses social dan oleh karena itu logika ekonomi ditentukan oleh bekerjanya mekanisme penawaran dan peminatan.
Semenjak publikasi artikel tersebut, publikasi hasil penelitian ahli sosiologi ekonomi dari hampir semua belahan benua tak terhitung jumlahnya. Kini, sosiologi ekonomi menjadi salah satu spesialisasi sosiologi paling maju perkembangannya. Namun, di Indonesia, perkembangan spesialisasi ilmu ini tidak sedramatis seperti yang terjadi di tingkat intrenasional. Itulah sebabnya buku ini membawa dua misi tersebut.
Bagi pembaca yang belum pernah mengenal sosiologi ekonomi, penulis menyarankan membaca Bab 1 hingga Bab 3. Karena ketiga bab tersebut secara umum membahas dasar-dasar sosiologi ekonomi dan sejumlah pendekatan yang mendominasi spesialisasi ilmu ini. Ketiga bab ini membahas mulai dari perbedaan antara sosiologi ekonomi dengan ilmu ekonomi, tokoh klasik hingga tokoh kontemporer yang kini merajai dalam mempelajari fenomena ekonomi.
Bagi pembaca yang telah memiliki pengetahuan sosiologi ekonomi, penulis menyarankan membaca Bab 4 hingga Bab penutup. Semua bab ini merupakan aplikasi pendekatan sosiologi ekonomi untuk mempelajari fenomena ekonomi di Indonesia. Semua bab ini merupakan hasil penelitian penulis mengenai industri kreatif di bidang busana dan industri garmen di beberapa daerah di Indonesia. Tesis utama yang dikembangkan oleh penulis adalah bahwa konteks kemasyarakatan menentukan kemajuan dan kemunduran perkembangan industri tersebut. Pendekatan utama yang digunakan adalah pendekatan kelembagaan (institutional embeddedness), pendekatan yang mempercayai bahwa organisasi ekonomi tidak boleh dipandang berdiri sendiri. Karena perkembangan setiap organisasi akan dipengaruhi oleh konteks kemasyarakatan dan institusi negara.
Penulis berharap, buku ini dapat membuka cakrawala baru dalam memahami fenomena ekonomi di Indonesia.