Survei Indeks Pemahaman Pendidikan Hak Konstitusional Warga Negara

Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai pengawal konstitusi memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai nilai – nilai konstitusi yang bersumber dari ideologi Pancasila. Dengan demikian, MK melakukan upaya – upaya dengan melakukan revitalisasi, reaktualisasi, dan reinternalisasi nilai – nilai Pancasila dan konstitusi kepada masyarakat melalui Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi. Pelatihan dan pendidikan hak konstitusional warga negara diselenggarakan bagi warga negara yang memiliki posisi dan peran strategis di masyarakat, dengan harapan mereka akan menyebarluaskan pemahaman dan informasi yang diperoleh dari pendidikan mengenai nilai – nilai konstitusi yang bersumber dari nilai utama ideologi Pancasila.
Secara umum, survei ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dan mengidentifikasi dampak program pendidikan “Hak Konstitusional Warga Negara” pada alumni pendidikan di tahun 2015. Adapun tuujuan khususnya adalah: menggambarkan respon alumni setelah pendidikan, menunjukkan tingkat pemahaman alumni atas materi pendidikan, mengetahui dampak yang dirasakan alumni setelah pendidikan, serta mengidentifikasi pendapat dan saran alumni atas penyelenggaraan pendidikan. Manfaat dari survei ini adalah sebagai umpan balik atas kurikulum dan metode pembelajaran pendidikan Hak Konstitusional Warga Negara, sehingga dapat menjadi refleksi terhadap proses pendidikan dan efektifitas capaian hasil belajar.
Secara keseluruhan survei ini dilakukan oleh Pusat Kajian Sosiologi UI bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi di bulan September hingga Desember 2016. Survei ini menggunakan metode kuantitatif dimana populasinya adalah seluruh alumni yang telah menyelesaikan pendidikan “Hak Konstitusional Warga Negara” di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi melalui random sampling yaitu pemilihan reponden secara acak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan self administrated questionnaire, dimana angket didistribusikan melalui surat elektronik dan surat untuk dikirimkan kembali. Hal ini dilakukan karena para alumni pendidikan tersebar di berbagai wilayah. Setelah itu, dilakukan proses pengolahan data secara statistik untuk penulisan analisa atas data yang telah diolah tersebut.