Proyek Hibah Riset BRIN-KONEKSI:
Kolaborasi antara BRIN, Universitas Indonesia, dan University of Melbourne
Improving food security and livelihood sustainability among female fishers in Ambon, the Moluccas, by establishing Porphyra sp. cultivation and Nori processing technology
Seputar Riset Kami
Porphyra memiliki nilai gizi yang tinggi (Loupatty, 2014) dan potensi pasar global yang signifikan (Cordero, 2008). Sayangnya, potensi mata pencaharian dan pasar Porphyra masih kurang dieksplorasi dibandingkan dengan tanaman rumput laut lainnya (Blouin et al., 2011; Tapilatu, 2022)
Sudah semakin banyak nelayan perempuan yang memanennya selama puncak produktivitas. Spesies rumput laut ini mampu memberikan pendapatan berkelanjutan dan menjadi sumber protein penting ketika pasokan ikan rendah.
Namun, meningkatnya ketergantungan lokal pada Porphyra berisiko menyebabkan eksploitasi berlebihan dan mengancam keanekaragaman hayati laut, sehingga berpotensi menyebabkan kerawanan pangan dan kemiskinan di tengah kondisi perubahan iklim yang juga akan memperburuk risiko ini (Fabinyi et al., 2022).
Tujuan Riset
Riset kami bertujuan untuk meneliti dimensi sosio-ekologis perubahan tingkat produksi dan nilai dalam rantai komoditas Porphyra (Fabinyi et al., 2018) dengan:
- Menetapkan teknologi budidaya Porphyra yang sesuai untuk ekosistem pesisir Ambon dan karakteristik sosial-budayanya
- Mengidentifikasi teknologi pengolahan Porphyra menjadi Nori bagi para nelayan perempuan di Ambon
- Menilai dampak dan manfaat teknologi ini terhadap ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan keberlanjutan keanekaragaman hayati laut
- Memberikan rekomendasi kebijakan kepada para pemangku kepentingan terkait
Pendekatan Riset
Riset kami menggunakan metode pendekatan Gender Equality, Disability, and Social Inlusion (GEDSI) dan Participatory Action Research untuk mendorong partisipasi serta kepemimpinan nelayan perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal. Melalui pendekatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran dan pengakuan pemerintah, industri, serta masyarakat mengenai dampak dan manfaat produksi Porphyra yang berkelanjutan.
Hibah Riset BRIN-Koneksi
Riset ini dilakukan di bawah dukungan skema hibah riset yang diinisiasikan oleh BRIN-KONEKSI dalam program BRIN-KONEKSI Joint Call for Proposals bertema Bioekonomi Indonesia: Memaksimalkan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Laut yang Berkelanjutan.
Program hibah riset BRIN-KONEKSI sendiri bertujuan untuk membangun kemitraan antara institusi Australia dan Indonesia dalam melakukan serta menyebarkan penelitian multidisiplin seputar isu-isu prioritas pemerintah Indonesia.
Melalui program ini, institusi Australia dan Indonesia memiliki kesempatan untuk melakukan penelitian kolaboratif selama dua tahun, yaitu sejak 2025 hingga 2027.
Tim Peneliti
Riset ini merupakan riset kolaborasi multidisiplin antara LabSosio-LPPSP Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, PKR-EPIT (Pusat Kolaborasi Riset Ekosistem Perairan Indonesia Timur) Universitas Pattimura-BRIN, dan The School of Geography, Earth, and Atmospheric Sciences University of Melbourne.
Kolaborasi antara disiplin ilmu sosial dan biologi diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan terkait teknologi pembudidayaan Porphyra sp. dan pengolahan Nori yang inklusif, berkelanjutan, serta sesuai dengan karakteristik sosial-budaya pesisir Ambon.




