BRIN-KONEKSI

Mitra Riset

Pelajari lebih lanjut terkait bidang keahlian LabSosio, BRIN, dan University of Melbourne yang saling berkelindan dalam pengerjaan proyek riset ini.

LabSosio-LPPSP FISIP UI

LabSosio LPPSP FISIP UI memiliki keahlian dalam penelitian aksi partisipatif mengenai aspek sosial-ekonomi pengelolaan sumber daya alam dan mata pencaharian berkelanjutan.

LabSosio telah mengkoordinasikan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dengan mitra penelitian internasional dan nasional, pejabat pemerintah, dan anggota masyarakat untuk mengembangkan rekomendasi kebijakan.

Sebagai institusi yang berangkat dari latar belakang ilmu sosial, kolaborasi antara LabSosio dengan ilmuwan Biologi akan memastikan bahwa transfer teknologi dan oengetahuan tentang budidaya Porphyra dan produksi Nori bersifat partisipatif dan inklusif.

Oleh karena itu, LabSosio LPPSP FISIP UI mengkhususkan diri dalam penelitian aksi partisipatif dan akan melakukan focus group discussion serta pemetaan partisipatif dengan komunitas nelayan.

Pusat Penelitian Laut Dalam BRIN membawa keahlian signifikan dalam budidaya Porphyra di laboratorium dan di darat di Ambon, dengan fokus pada potensi pasar dan mata pencaharian bagi nelayan

Pengalaman BRIN dalam berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membangun kapasitas di komunitas nelayan Ambon akan berkontribusi pada dampak jangka panjang proyek ini.

BRIN akan mengembangkan teknologi untuk budidaya Porphyra skala laboratorium dan berbasis lahan. BRIN juga akan menyelenggarakan lokakarya (bekerja sama dengan LabSosio, LPPSP FISIP UI) tentang budidaya Porphyra dengan pejabat pemerintah dan masyarakat.

Pusat Penelitian Laut Dalam BRIN

The School of Geography, Earth, and Atmospheric Sciences University of Melbourne

Sekolah Geografi, Ilmu Bumi, dan Atmosfer di Universitas Melbourne memberikan wawasan tentang ekonomi politik dan rantai komoditas produksi makanan laut skala kecil di Asia Tenggara. Perspektif komparatif mereka, mengingat tantangan sumber daya laut yang sama di Australia dan Indonesia, memperkuat desain bersama penelitian ini.

Selain itu, keahlian dalam rantai komoditas makanan laut dan ekonomi politik perikanan skala kecil di Asia-Pasifik, akan menghubungkan produksi Porphyra dan Nori yang berkelanjutan dengan tren regional dan menghubungkan proyek ini dengan pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam rantai komoditas rumput laut serta komunitas pesisir di wilayah tersebut.

Untuk membantu pengembangan artikel ilmiah, University of Melbourne akan bertanggung jawab untuk menyelenggarakan lokakarya di Australia untuk menghubungkan tim peneliti dengan para ahli lain tentang konservasi rumput laut dan sumber daya laut di Australia.