Melalui konsep “zona abu-abu”, riset ini mengungkap bagaimana buruh migran tidak hanya sebagai korban sistem global, tetapi juga sebagai aktor yang aktif menavigasi kompleksitas hukum, sosial, dan ekonomi dalam sistem kerja lintas batas negara. Menariknya, meski bekerja dalam sistem yang rentan, para buruh migran juga menjadi aktor aktif. Mereka membentuk jaringan informal, berbagi informasi, dan menciptakan strategi bertahan. Dalam “zona abu-abu”, mereka tidak hanya sebagai korban sistem, tapi juga sebagai pelaku yang mampu membentuk ulang aturan-aturan tidak tertulis dalam rantai pasok global.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam kajian hubungan industrial transnasional, migrasi kerja, dan studi ketenagakerjaan global. Selain mengungkap sisi kelam dari rantai pasok industri perikanan, riset ini juga memperlihatkan bagaimana aktor-aktor migran membangun strategi bertahan hidup dalam sistem yang serba tidak pasti.